Teknik renang gaya dada
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT,
atas segala rahmat dan karunia-Nya. Akhirnya saya dapat menyelesaikan Tugas
Makalah Pendidikan Jasmani guna memenuhi tugas dari Guru Mata Pelajaran untuk
mengganti ketidak hadiran saya dalam kegiatan renang. Berbagai kesulitan telah
saya alami, baik dalam pencarian materi maupun dalam menyusun makalah ini.
Makalah ini disiapkan dengan upaya dan usaha
saya yang dirasakan semaksimal mungkin, tetapi saya berkeyakinan ini tidak akan
mencangkup kepada semua hal-hal yang termasuk kedalam Materi Renang dan saya
berkeyakinan ini dapat memberikan pengetahuan bagi pembacanya walaupun sedikit.
Hal ini di sebabkan karena terbatasnya kemampuan Saya.
Dalam penulisan makalah ini, saya sebagai
penulis menyadari bahwa masih jauh dari sempurna, maka saya dengan penuh
kerendahan hati menerima saran dan kritik yang bersifat membangun.
Subang,
13 Desember 2017
DAFTAR ISI
1) Kata
pengantar
2) Daftar
Isi
3) BAB
I PENDAHULUAN
1. Dasar
2. Maksud
dan Tujuan
3. Rumusan
Masalah
4) BAB
II PEMBAHASAN
1. Sejarah
Perkembangan Renang di Indonesia
2. Renang
Gaya Dada
3. Teknik-teknik
Renang Gaya Dada
5. Renang
Gaya Punggung
6. Teknik-teknik
Renang Gaya Punggung
5) BAB
III PENUTUP
1. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1. Dasar
Pembuatan makalah ini tentang “Renang gaya bebas,
gaya punggung, dan gaya dada” yang dibuat untuk memenuhi tugas Pendidikan
Jasmani dan Olahraga serta menambah wawasan saya tentang Olahraga Renang.
2. Maksud dan Tujuan
1. Untuk memperkenalkan dan
mempelajari secara mendalam tentang renang gaya bebas, gaya
punggung, dan gaya dada
2. Untuk mengetahui teknik-teknik
renang gaya bebas, gaya punggung, dan gaya dada.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
1. Sejarah
Perkembang Renang di Indonesia
Sejak sebelum kemerdekaan, di negara kita telah ada
beberapa kolam renang yang indah dan baik. Akan tetapi pada waktu itu,
kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk belajar berenang tidak mungkin. Hal
ini disebabkan setiap kolam renang yang dibangun hanyalah diperuntukkan bagi
para bangsawan dan penjajah saja.
Memang waktu itu ada juga kolam renang yang dibuka
bagi masyarakat banyak, akan tetapi harga tiket masuk sedemikian tingginya,
sehinggara para pengunjung tertentu tidak bisa membayar tiket masuk untuk
berenang.
Salah satu dari sekian banyak kolam renang yang
dibangun setelah tahun 1900 adalah kolam renang Cihampelas di Bandung yang
didirikan pada tahun 1904. Sesuai dengan tempat kelahiran kolam renang
Cihampelas, maka awal dari kegiatan olahraga renang di Indonesia dapat
dikatakan mulai dari Bandung.
Pertama-tama berdiri perserikatan berenang diberi
nama Bandungse Zwembond atau Perserikatan Berenang Bandung, didirikan pada
tahun 1917, perserikatan ini membawahi 7 perkumpulan yang diantaranya adalah
perkumpulan renang di lingkungan sekolah seperti halnya OSVIA, MULO dan
KWEEKSCHOOL.
Selain Bandung, Jakarta dan Surabaya juga mendirikan
perkumpulan-perkumpulan berenang dalam tahun yang sama. Kemudian barulah di
tahun 1918 berdiri West Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa barat dan
pada tahun 1927 berdiri pula Oost Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa
Timur yang beranggotakan kota-kota seperti : Malang, Surabaya, Pasuruan, Blitar
dan Lumajang. Sejak saat itu pula mulai diadakan pertandingan maupun antar
daerah. Bahkan kejuaraan-kejuaraan itu, rekor-rekornya juga menjadi rekor di
negeri Belanda.
Dalam tahun 1934, peloncat indah masing-masing
Haasman dan Van de Groen, berhasil keluar sebagai juara pertama dan kedua dalam
nomor-nomor papan 3 meter dan menara. Pada Far Eastern Games di Manila,
Philipina (kini kegiatan itu berkembang menjadi Asian Games sejak tahun 1951).
Kedua peloncat itu juga menjadi utusan Hindi Belanda.
Di tahun 1936, Pet Stam seorang Hindia Belanda
berdasarkan rekornya 0:59.9 untuk 100 meter gaya bebas yang dicatat di kolam
renang Chiampelas Bandung, berhasil dikirim untuk ambil bagian dalam Olimpiade
Berlin atas nama negeri Belanda. Dua orang peloncat indah masing-masing Haasman
di bagian putera dan Kiki Heckle turut pula ambil bagian dalam Olimpiade
Berlin, dimana peloncat putri menduduki urutan ke 8.
Hingga tahun 1940, Nederlands Indishce Zwembond atau
NIZB telah beranggotakan 12.00 perenang. Pada zaman pendudukan Jepang tahun
1943 - 1945, kesempatan untuk bisa berenang bagi bangsa Indonesia semakin
besar. Oleh karena pemerintahan pendudukan Jepang, membuka seluruh kolam renang
di tanah air untuk masyarakat umum. Periode tahun 1945, perkembangan olahraga
renang di tanah air praktis menurun, karena saat itu bangsa Indonesia dalam
kancah perjuangan melawan penjajah.
Hingga tanggal 20 Maret 1951, dunia renang Indonesia
praktis berada di bawah pimpinan Zwembond Voor Indonesia (ZBVI) dan kemudian
sejak tanggal 21 Maret 1951 lahirlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia yang
kemudian disingkat PBSI. Kongresnya yang pertama di Jakarta, berhasil
mengukuhkan Ketua yang pertama, Prof. dr. Poerwo Soedarmo, dibantu oleh wakil
ketua, sekretaris, bendahara dan komisi teknik.
Sejak saat itu, olahraga renang Indonesia setahap
demi setahap maju dan berkembang serta selanjutnya dalam tahun 1952, PBSI
menjadi anggota resmi dari Federasi Renang Dunia - FINA (singkatan dari
Federation Internationale de Nation). dan International Olympic Committee
(IOC).
Hingga tahun 1952 telah terdaftar sebanyak 29
perkumpulan, tergabung dalam PBSI. Oleh karena itu kemudian didirikan top-top
organisasi olahraga berenang di tingkat daerah. Perkembangan olahraga berenang
di Indonesia kian hari kian berkembang, hal ini ditandai dengan penyelenggaraan
perlombaan renang hampir setiap tahun di tingkat nasional. Begitu pula halnya
dalam setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang olahraga renang
menjadi nomor-nomor utama.
Dengan makin berkembangnya prestasi olahraga renang
di Indonesia pada tahun 1952, Indonesia mengirimkan duta-duta renangnya ke
arena Olympiade di Helsinki, kemudian tahun 1953 kembali Indonesia ambil bagian
dalam Youth Festival di Bukarest. Pada tahun 1954 regu polo air Indonesia
dikirim untuk mengikuti Asian Games ke II di Manila, Philipina.
Pada tahun 1954, berlangsung kongres PBSI ke II,
diselenggarakan di Bandung dengan menghasilkan susunan pengurus yang diketuai
oleh D. Seoprajogi, ditambah satu sekretaris, bendahara dan 3 komisi teknik.
Kongres PBSI yang ke III diselenggarakan di Cirebon, dimana dalam kongres ini
memilih kembali kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap di jabat D.
Soeprajogi, ditambah 3 pengurus lainnya.
Untuk ke IV kalinya PBSI menyelenggarakan kongres
pada tahun 1957 di Makasar (sekarang Ujung Pandang) Kongres ini menghasilkan
beberapa keputusan, diantaranya memilih susunan kepengurusan yang baru dengan
ketua D. Soeprajogi. Kemudian atas permintaan peserta kongres istilah persatuan
dalam singkatan PBSI, diganti menjadi Perserikatan. Dengan demikian PBSI dalam
hal ini menjadi singkatan dari Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia.
Di tahun 1959 diadakan Kejuaraan Nasional Renang. Kejuaraan
ini untuk pertama kalinya mengadakan pemisahan antara Senior dan Junior di
Malang, Jawa Timur. Berlangsung pula kongres PBSI ke V, dimana pada kongres itu
disamping memilih kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap dipercayakan
kepada D. Soeprajogi, juga kongres ini merubah nama Perserikatan Berenang
Seluruh Indonesia (PBSI) menjadi Perserikatan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
Perubahan ini timbul dengan pertimbangan bahwa
terdapatnya dua induk organisasi olahraga yang mempunyai singkatan sama PBSI.
Selain cabang olahraga renang, singkatan ini juga digunakan oleh Persatuan
Bulutangkis Seluruh Indonesia. Pada Kongres di Malang Jawa Timur Ketua PRSI, D.
Soeprajogi di dampingi oleh 2 wakil ketua, dua sekretaris, bendahara, pembantu
umum ditambah komisi teknik dengan 2 orang anggota.
Kemajuan olahraga renang secara keseluruhan
berkembang kian pesat dan dalam tahun 1962, berhasil menampilkan nama-nama
besar seperti Achmad Dimyati, Mohamad Sukri di bagian putera, sementara Iris,
Tobing, Lie Lan Hoa, Eny Nuraeni serta banyak lagi di bagian puteri.
Dalam
tahun 1963 di Jakarta, kembali PRSI menyelenggarakan kongres dan berhasil
menyusun kepengurusan baru dengan ketua umum D. Soeprajogi. Selanjutnya di
dampingi 3 orang ketua, 2 orang renang, loncat indah dan polo air. Keputusan
lain yang diperoleh dalam kongres PRSI ke VI itu adalah merubah kembali istilah
\"Persatuan\". Hingga sekarang PRSI merupakan singkatan dari
Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Meskipun dalam falsafahnya bahwa olahraga
itu tidak bisa dikaitkan dengan politik. Namun dalam kenyatannya perkembangan
politik di dalam negeri pada waktu itu membawa pengaruh besar terhadap
perkembangan olahraga.
Pada tahun 1963 Indonesia harus mengundurkan diri
dari pesta olahraga GANEFO, dimana pesertanya ada beberapa negara yang memang
belum menjadi anggota FINA. Untuk menghindarkan kemungkinan adanya skorsing,
Indonesia dalam hal ini PRSI mengambil langkah pengunduran diri sebagai anggota
FINA. Pada tahun 1966, Indonesia kembali menjadi anggota FINA. Pada tahun itu
Indonesia mengambil bagian dalam Asian Games ke V di Bangkok.
Musyawarah PRSI ke VII berlangsung kembali di
Jakarta pada tanggal 24 - 27 April 1968. Salah satu keputusannya mengukuhkan
kepengurusan baru PRSI dengan ketua umum tetap dipercayakan kepada D.
Soeprayogi, di tambah dengan 2 orang ketua, 2 sekretaris, bendahara dan panitia
teknik yang terdiri atas 3 orang masing-masing untuk renang, loncat indah dan
polo air.
2. Renang Gaya
Dada
Ada Beberapa macam gaya renang, salah satunya yaitu
Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan
posisi dada menghadap
ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas,
batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah
luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke
samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan.
Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak.
Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali
gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer
untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar
air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar
gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang
diatur Federasi Renang Internasional (FINA),
perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.
Gaya dada adalah gaya renang pertandingan yang
pertama berkembang. Mulai popular ketika pada tahun 1875 perenang MATTHEW WEBB
dengan menggunakan gaya dada, menjadi orang pertama merenangi teluk
Channel(Kanal)di inggris. Sejak tahun 1930 mulai dipisahkan antara gaya dada
dengan gaya kupu-kupu dada yang kemudian menjadi cikal bakal renang gaya
kupu-kupu.
3. Teknik
Renang Gaya Dada
1. Gerakan
kaki (Kicking)
a. Gerak kaki pada gaya dada saat ini adalah gerakan
kaki yang cenderung membentuk gerak kaki dolpin (whip kick) , dimana pada
saatfase istirahat yaitu fase ketika kedua tungkai kaki bagian bawah di tarik
serentak mendekati pinggul dan kemudian setelah fase itu di kerjakan
pergrlangan kedua kaki diputar mengarah keluar hingga membentuk sudut +50’’ ,
kemudian dari posisi ini kedua kaki melakukan gerak menginjak dan diakhiri
dengan menendang sehingga kedua kaki bertemu lurus kebelakang . Gerak ini
sering disebut dengan istilah propeller , dimana pergelangan kaki dan tungkai
kaki bagian bawah berfungsi sebagai alatnya .
b.
Beberapa perenang ada yang melakukan akhir dari gerakan
kaki menginjak dan menendang itu hingga tumit kaki sedikit naik keatas permukan
air, hal ini disebabkan kaki yang bersangkutan sangat lentur (flexible) .
c. Keuntungan
yang diperoleh oleh perenang yang mempunyai kelenturan kaki tinggi, biasanya
dimanfaatkan pada akhir dari ledutan dengan membuat gerak kaki dolpin di bawah
permukan air .
d.
Usahakan pada saat kedua kaki ditarik mendekati pinggul
dilakukan semaksimal mungkin , sehingga sikap ini dapat melakukan rangkaian
gerak berikutnya dengan lebih kuat. Apabila pada waktu melakukan gerak menarik
tungkaikaki bawah agak berat dilakukan , maka gerak itu dikerjakan dengan
bantuan sediokit kedua belah paha dibuka .
e.Meningkatkan kecepatan
padasaat melakukan gerak kaki adalah sangat diperlukan dan penting . Kaki akan
mendapat akselerasi dan mencapai tingkat kecepatan maksimum, hanya karena kedua
kaki setelah mengerjakan tendangan dan menutup lurus di belakang . Gerak yang
dilakukan kaki itu akan memperoduksi tenaga gaya angkat (lift force )ke arah
depan .
Beberapa bentuk
latihan
a. di tepi
kolam renang dengan memegang pari/tepi , dilakukan rangkaian gerak secara
berjenjang .
b. Bila
menggunakan papan latihan sambil jalan di kolam dangkal.
c.Tanpa menggunakan
papan latihan , kedua lengan lurus kedepan.
d. Bisa
diberikan dengan sikap terlentang , lakukan rangkaian gerak kaki gaya dada.
2. Pernafasan
(Breathing)
Bentuk bentuk
latihan
a. Di kolam
dangkal : membelakangi dinding atau menghadap dinding kedua lengan di lipat di
belakang punggung , lakukan irama mengambil nafas dari permukaan air melalui
mulut dengan sikap pandangan kedepan , di mana dada sedikit di angkat, kemudian
masukan bagian muka ke permukaan air dengan menundukan kepala. Buanglah
sisa-sisa pembakaran di bawah permukaan air melalui hidung. Latihlah
rangkaian gerak ini hingga menjadi terbiasa, dan biasanya apabila sudah
terlatih dengan gaya kupu-kupu , latihan tidak dikerjakan sebab langsung dapat
menguasai.
b. Untuk
memperoleh gerak pernafasan baik pada gaya dada, cukup di kombinasikan dengan
kaki.
3.
Kordinasi
kaki-nafas
Kordinasi gerak
antara kaki dengan nafasw dikerjakan dengan dua pendapat, ada yang mengerjakan
kepala sebagai kendali , dimana kepala diangkat kedua kaki mengikuti dengan
menarik kearah pinggul dan kepala kembali masuk permukaan air, kedua kaki
melalui sikap kedua pergelangan kaki mengarah keluar mengerjakan injakan dan
tendangan hingga berakhir lurus ke belakang . Pendapat lain dan juga banyak di
kerjakan yaitu, saat kedua kaki mengerjakan proses menginjak dan menendang
hingga lurus ke belakang, kepala di angkat dan selanjutnya kepala masuk
kepermukaan air justri kedua kaki ditarik mendekati pinggul (saat melakukan
fase istirahat)
Beberapa bentuk
latihan
a. Di kolam
dangkal ; kedua tangan memegang tepi atau parit kolam lakukan rangkaian gerak
dengan mengguankan prinsip gerak tersebut di atas.
b. Dengan
menggunakan papan latihan kedua tangan memegang papan latihan gunakan rangkaian
gerak baik menurut pendapat pertama maupun mengikuti pendapat kedua.
c. Untuk
memperoleh kordinasi yang baik bisa di berikan tanpa menggunakan papan latihan
kedua tangan berada lurus di samping tubuh , prinsip yang sama seperti
mengguanakan papan latihan dapat di lakukan di sini.
d.Bisa juga tanpa
menggunakan papan , kedua lengan tidak lus di samping, tetapi di lipat di
punggung . Hal ini di kerjakan terutama untuk menghindarkan tangan melakukan
gerak ekstra untuk membantu tubuh maju sehingga latihan yang di kerjakan tidak
efektif lagi.
4.Rotasi
tangan (Hand Rotation)
a. Rotasi
gerak pada Versi Amerika Utara; tidak menggunakan push (Outward and catch –
pull recovery atau fase membuka atau menangkap – fase menarik –mfase
istirahat).
b. Rotasi
gerak Versi Eropa Timur; menggunakan fase mendorong (push), dengan rangkaian
fase membuka dan menangkap – fase menarik –fase mendorong – fase istirahat atau
Outward and catch – pull – push –recivery.
c. Pelatih
renang asal Canada, memodifikasi gerak gaya dada Versi Eropa Timur dengan
sedikit mengubah pada saat tangan akan melakukan fase mendorong di ubah menjadi
fase menyapu kedalam (in ward sweep) dimana sapuan dari telapak tangan itu
bertemu di depan hingga lengan membentuk paru lembing.
d. Kedalam
lengan atau tangan / lengan di bawah permukaan air ketika melakukan fase
istirahat sekitar 15-20 cm, bagi Versi Amerika Utara.
e. Kedalaman lengan
/tangan di bawah permukaan air ketika melakukan fase istirahat sekitar 25-30
cm. Bagi Versi Eropa Timur.
Pada dasarnya
rotasi tangan terdiri dari: VERSI AMERIKA UTARA
a. Fase
istirahat (recovery), saat kedua lengan lurus di depan.
b. Fase
membuka keluar (Outward), saat kedua tangan membuka keluar hingga lebih lebar
dari perpanjangan garis bahu.
c. Fase
menangkap (cetch) , fase ini di lakukan setelah akhir dari melakukan fase
membuka , dimana saat mengerjakan fase ini usahakan sikut tinggi (high elbow)
untuk memutar pergelangan tangan .
5 Kordinasi
nafas- tangan
a. Pada
Versi Amerika Utara ambil nafas di lakukan pada saat tangan melakukan akhir
fase menarik.
b. Pada versi
Eropa Timur ambil nafas di lakukan pada saat melakukan fase mendorong.
c. Sama
seperti pada versi Eropa Timur, maka versi Canada mengambil nafas di lakukan
pada saat melakukan sapuan tangan kedalam (Inward sweep) .
Beberapa bentuk
latihan
a. Dengan
menggunakan papan latihan, lakukan kordinasi gerak antara tangan dengan nafas
seperti halnya latihan tangan .
b. Berpasangan
di mana saat satu rekanya melakukan rangkaian korinasi tangan dengan nafas,
maka rekan lainya mengepit kedua kaki dan memegang pinggul atau paha yang
bersangkutan.
6. Renang
lengkap ( kordinasi kaki- nafas- tangan)
Beberapa bentuk
latihan
a. Dapat di
berikan dengan bentuk latihan Catc – up .
b. Pada saat tertentu di usahakan tidak banyak
menggunakan papan .
7.Perbaikan
gaya
Seperti pada gaya
renangan lain-lainya , maka beberapa bentuk kesalahan sering terjadi pada gaya
dada. Adapun bentuk-bentuk kesalahan yang terjadi seperti:
a. Posisi
lutut turun , akibatnya pinggul naik:
Apabila terjadi
kasus seperti ini, upaya penanggulanganya adalah berlatih dengan menggunakan
papan latihan dengan prisip gerakan dikerjakan yaitu saat melakukan fase
istirahat pada kaki yaitu saat dimana kedua tungkai kaki bawah di lipat hingga
mendekati pinggul, bentuk-bentuk di kerjakan dengan konsep tidak membentuk
sudut sebagai akibat lutut yang di turunkan kebawah, melainkan sebagai akibat
lipatan tunkai kaki bawah ke atas hingga mendekati kepinggul.
b. Mengambil
nafas terlalu dini:
Bila terjadi
semacam ini dilakukan bentuk perbaikan dengan mengulang kembali rangkaian gerak
pada kordinasi nafas dengan tangan.
c. Kaki tidak
mampu maksimal melakukan lipatan dan membuka ke samping.
Penanggulangan
dengan melatih kaki dengan menggunakan papan atau mengambil sikap terlentang
untuk mengerjakan kaki gaya dada, di mana saat melipat , lakukan gerak kaki menarik ke arah pinggul dan bukan gerakan melipat itu di lakukan sebagai akibat
turunya lutut.
d. Melakukan
tarikan terlalu dalam;
Melakukan tarikan
terlalu dalam pada gaya dada , bisa berakibat terhentinya gerakan di saat akhir
tarikan . Selain itu bentuk, tarikan ini tidak saja menjadi tahanan bagi daya
luncur renangan, tetapi yang jelas hal semacam ini akan mengurangi akselerasi
dari renang yang bersangkutan.
6. Renang Gaya Punggung
Gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung
menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas,
tapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara
bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan
hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan
mulut atau hidung.
Sewaktu berenang gaya punggung, posisi wajah berada
di atas air sehingga perenang hanya melihat atas dan tidak bisa melihat ke
depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan
menghitung jumlah gerakan.
Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya
dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di atas balok start, perenang gaya
punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap
ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut
ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki
bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah
dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Paris 1900,
gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang dipertandingkan setelah gaya
bebas.
7. Teknik Gaya Punggung
1. Gerakan kaki
a. Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara
bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi
dengan posisi wajah menghadap ke atas
b. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat
agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok
2. Gerakan tangan
a. Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala
b. Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
c. Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
d. Lakukan hal yang sama dengan tangan yang satunya
b. Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
c. Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
d. Lakukan hal yang sama dengan tangan yang satunya
Jadi tangan kiri dan kanan bergerak
secara bergantian, ketika tangan kiri keluar dari dalam air, tangan kanan masuk
ke dalam air, begitu seterusnya.
3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas.
Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air.
Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.
Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air.
Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.
Gerakan Memutar Olahraga Renang Gaya
Punggung
1. Saat mendekati pinggir kolam, perenang gaya
punggug diperblehkan melakukan satu kali kayuhan gaya bebas untuk melihat letak
dinding kolam.
2. Jangan sentuh dinding kolam
3. Putar tubuh ke depan, luruska kaki dan
tending dindingkolam dengan kaki sekuat tenaga dengan tangan lurus kebelakang
kepala.
4. Lalu gerakkan kaki, bawa kepala keatas permukaan
air, dan lanjutkat gerakan gaya punggung.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
1. Saran
Saran saya tidak banyak, saya hanya ingin
mengatakan dengan pembuatan makalah ini semoga saya dan siswa lainnya lebih
memahami tentang renang gaya bebas, gaya punggung, dan gaya dada.
Saya pun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun. Dan semoga Dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca. Amin......
Komentar
Posting Komentar